Minggu, 25 September 2011

kondisi perekonomian indonesia


KONDISI PEREKONOMIAN INDONESIa SAAT INI

                Akhir – akhir ini kondisi Negara Indonesia sedang mengalami sedikit kenaikan, terutama dalam bidang perekonomiannya. Berikut ini adalah pembahasan dalam tingkat perekonomian Indonesia secara lebih spesifik lagi dari mulai tahun millennium baru sampai dengan sekarang.
            Pada tahun 2000, kondisi perekonomian di Indonesia dapat dikatakan sangan terpuruk, karena baru saja dilanda oleh yang namanya krisis moneter pada tahun 1998 yang lalu. Sungguh sangat sulit bagi Indonesia untuk mangatasi masalah tersebut, apalagi dalam bidang perekonomiannya. Nilai dolar yang sangat tinggi pada saat Tahun 1998, sangat mempengaruhi tingkat nilai tukar Rupiah pada saat itu. Nilai rupiah yang anjlok sangat memungkinkan terjadinya inflasi lagi. Tetapi untungnya bansa Indonesi mampu memperbaiki nalai tukar rupiah pada saat itu. Lambat laun, nilai tukar rupiah terhadap dolar mulai membaik dan beranjak lebih bagus.
             Dalam perkembangannya, Bangsa Indonesia mampu berperan aktif dalam perekonomian dunia, khususnya dalam badang pertanian. Bangsa Indonesia sangat kaya akan hasil alamnya, terutama dalam bidang pertanian, dari dulu sampai sekarang, bangssa ini telah mengutamakan tingkat perekonomian 60% dari hasil pertanian. Namun kenyataannya dari tahun 2000 sampai dengan saat ini bangsa Indonesia masih terdaftar sebagai bangsa yang sulit sekali mendapatkan bahan pangan bagi rakyat kecilnya. Aneh bukan? Disaat sedang gencar  gencarnya pemerintah mengutamakan kondisi perekonomian Indonesia dari sector pertanian, masih banyak rakyat kecil yang menderita akibat kekurangan pangan. Itu seharusnya yang menjadi sorotan utama pemerintah dalam perkembangan Indonesia saat ini. Melihat kenyataan perekonomian Indonesia pada sector pertanian masih kurang memadai, maka pemerintah membuat proges baru yang bisa lebih mendongkrak bangsa ini agar lebih maju lagi dalam sector perekonomiannya. Langkah pemerintah itu adalah dalam bidang pariwisata. Sampai saat ini bidang pariwisata masih menduduki 20% dalam perkembangan perekonomian Indonesia. Kondisi dan letak wilayah indonesia yang bagus sangat berperan aktif dalam mengembangkan tingkat perekonomian Indonesia.
            Mulai dari saat itu tingkat atau kondisi perekonomian Indonesia lambat laun mulia bangkit. Nilai tukar rupiah yang pada tahun 1998 mencapia 15000 rupiah per dollar AS, saat ini nilai tukar menjadi lebih baik, menjadi 8.900 rupiah per dolla AS. Kondisi sepert ini  sangat memungkinkan perekonomian di Indonesia bisa sama seperti Negara lainnya di Asia Tenggara, seperti halnya singapura, malaysia, dan Thailand yang masih berada di atas Indonesia dalam bidang atau kondisi perekonomiannya.
            Kondisi perekonomian bangsa indonesia yang seperti ini dapat membantu bangsa indonesia dalam mengubah  pola perekonomiannya dari sector agraris ke sector  industri, yang mana telah sebelumnya dianut oleh singapura. Sektor industri dapat lebih mempercepat memperbaiki tingkat atau kondisi perekonomian indonesia pada saat ini sedang maju perlahan ketinggkat yang lebih baik, yang terhitung sejak Tahun 1998. Meskipun demikian, perekonomian di Indonesia harus dibarengi dengan tingkat pemerataan dikalangan manusianya. Pemerintah harus lebih menjangkau rakyat yang notabene adalah rakyat yang masih dalam garis kemiskinan. Tingkat pemerataan ini sebagai pengimbang terjadinya peningkatan perekonomian di Indonesia.
            Disisi lain, banyak yang harus disoroti dari peningkatan perekonomian di Indonesia. Diantaranya adalah tingkat korupsi yang semakin kesini semakin banyak pelanggaran yang dilakukuan dibalik peningkatan kondisi perekonomian di Indonesia. Sebagai contoh kasus korupsi pajak yang menerjang gayus, korupsi penddirian wisma atlit se games 2011 yang menerjang nazaruddin, dan masih banyak lagi yang menyelewengkan dana dari keberhasilan Indonesia dalam meningkatkan kondisi perekonomian di Indonesia. Tidak banyak orang yang menyangka, naiknya kondisi perekonomian di Indonesia selain dari sector pertanian, pariwisata, tingkat kenaikan perekonomian di indonesia dihasilkan oleh para tenaga kerja Indonesia ( TKI ), yang secara keseluruhan bahkan hampir 99.99% adalah rakyat miskin yang tidak dapat mencari pekerjaan di bangsanya sendiri. Ini membuktkan bahwa bangsa Indonesia masih kurang mampu menyediakan pekerjaan bagi warganya untuk meningkatkan kondisi perekonomian di Negara ini. Para pekerja yang bekerja di luar negeri untuk demi terciptanya peningkatan kondisi bangsa Indonesia terutama dalam bidang perekonomian, banyak yang tidak terjamin kehidupannya serta perlindungan pun tidak ada, setelah terjadi hal – hal yang tidak tidak baru pemerintah tanggap, padahal pera pekerja ini adalah salah satu factor kenaikan kondisi perekonomian di indonesia.
            Sekarang menurut saya, tingkat atau kondisi perekonomian di Indonesia dari tahun 2000 sampai 2011, banyak yang labih menaikknya dibandingkan dengan penurunannya, sebabnya karena dari hasil survai yang dilakukan, nilai tukar mata uang dolla AS dengan mata uang rupiah lama – kelamaan semakin kecil, dari muai 15.000 rupiah sampai dengan 8.900 rupiah sekarang. Tentunya bangsa Indonesia sudah banyak mengalami pergeseran tingkat atau kondisi perkonomian dari yang buruk ke yang labih baik. Itu dengan tentunya memperbaiki citra bangsa indonesia yang sempat terpuruk dimata dunia, mulai baik lagi, seperti halnya pada tahun 1770 sampai 1990an, dimana nilai tukar rupiah pada saat itu masih sekitar 2.500 per dollar AS, tentunya juga dibarengi oleh tingkat kesejahteraan yang dapat dirasakan oleh setiap individu masyarakat yang tinggal dan menetap di Negara Indonesia ini.
            Inilah bunti secara singkat tingkat perekonomian atau kondisi perekonomian di Indonesia, yang dimulai sejak tahun millennium sampai sekarang yaitu tahun 2011. Dan akhit=rnya hanya satu yang menjadi pesan saya dalam mengupas kondisi perekonomian di Indonesia ini, yaitu “JANGANLAH BANGGA BEKERJA DINEGERI ORANG, TETAPI BANGUNLAH NEGERI KITA SENDIRI DAN BERBANGGALAH SETELAH ITU”


                                                                                                            Ignatius Satriyo Utomo
                                                                                                            232-103-85
                                                                                                            2 eb 08

1 komentar: